Jumat, 19 Mei 2017

MATERI LARUTAN ASAM DAN BASA



A.      KONSEP ASAM DAN BASA

1.    Menunjukan Asam dan Basa
Berkaitan dengan sifat asam dan basa, larutan dikelompokan kedalam tiga golongan, yaitu larutan asam, larutan basa, atau larutan netral. Untuk menunjukan keasaman dan kebasaan, yaitu dengan menggunakan indikator asam-basa. Indikator asam-basa adalah zat-zat warna yang mampu menunjukan warna berbeda dalam larutan asam dan basa.
Sifat asam-basa dari suatu larutan juga dapat ditunjukan dengan mengukur pH-nya. pH adalah suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan. Dimana :
§  Larutan asam mempunyai pH < 7 (pH kurang dari 7)
§  Larutan basa mempunyai pH > 7 (pH lebih dari 7)
§  Larutan netral mempunyai pH=7
pH larutan dapat ditentukan dengan mengunakan indikator pH (indikator universal), atau dengan pH-meter.

2.    Teori Asam-Basa Arrhenius
Konsep asam dan basa yang dikemukakan oleh Svante August Arrhenius (1859-1927) pada tahun 1884.
a.         Asam
Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air akan melepaskan ion H+. dengan kata lain pembawa sifat asam adalah ion H+. Dalam air mengalami ionisasi.
Contoh :
-   Asam cuka (CH3COOH)
              ------->  CH3COOH(aq)                                   CH3COO-(aq) + H+(aq)
- Asam klorida (HCl)
------->HCl(aq)                        H+(aq) + Cl-(aq)

b.        Basa
Menurut Arrhenius, basa adalah senyawa yang dalam air dapat menghasilkan ion OH-. Jadi, pembawa sifat basa adalah ion OH-. Basa Arrhenius merupakan hidroksida logam dan dalam air mengion.
Contoh :
- Natrium hidroksida (NaOH)
NaOH                ------->          Na+  + OH-
      - Kalsium hidroksida (Ca(OH)2)
Ca(OH)2            ------->           Ca2+  + 2OH-

2.      Teori Asam-Basa Bronsted-Lowry
2.1 .    Pengertian Asam dan Basa Menurut Bronsted dan Lowry
Pada tahun 1923 ahli kimia Denmark bernama Johanes N. Bronsted dan Thomas M. Lowry mengemukakan definisi tentang asam dan basa.
Menurut Bronsted- Lowry suatu zat pemberi proton (proton donor) disebut asam dan suatu zat penerima proton (proton aseptor) disebut basa.
Contoh :
------->HCl (aq) + H2O(l)                                       Cl(aq) + H3O+(aq)
H2O sebagai basa karena menerima proton dari HCl

2.2.     Pasangan Asam dan Basa Konjugasi
§  Suatu asam, setelah melepas satu proton, akan membentuk spesi yang disebut basa kunjugasi dari asam itu. Spesi itu adalah suatu basa karena dapat menyerap proton dan membentuk kembali asam semula.
Asam                Basa konjugasi + H+


Contoh :
------->HCl                                      H+        +          Cl-
Asam                                 Proton             Basa konjugasi

§  Suatu basa, setelah menyerap satu proton akan membentuk suatu spesi yang disebut asam konjugasi dari basa itu.
------->Basa + H+                             Asam konjugasi


Contoh :
------->NH3     +          H+                    NH4+
Basa                Proton             Asam konjugasi

§  Suatu asam hanya melepas proton jika ada basa yang menyerap proton itu. Pada suatu reaksi asam-basa Bronsted-Lowry, asam berubah menjadi basa konjugasinya sedangkan basa berubah menjadi asam konjugasinya. Jadi, pada reaksi asam-basa Bronsted-Lowry terdapat dua pasangan asam-basa konjugasi. Pasangan yang terdiri atas asam dengan basa konjugasinya ditandai dengan Asam-1 dan Basa-1, sedangkan pasangan yang terdiri atas basa dengan asam konjugasinya ditandai dengan Basa-2 dan Asam-2. Rumus kimia pasangan asam-basa konjugasi hanya berbeda satu proton (H+).
Contoh :
HCl     +   NH3          --->    ->       Cl-          +   NH4+
                                Asam-1        Basa-2             Basa-1        Asam-2


3.      Teori Asam-Basa Lewis
Asam adalah senyawa penerima (akseptor) pasangan elektron. Basa adalah senyawa pemberi (donor) pasangan elektron.
Contoh :
     -->NH3  +  H+                  NH4+
Dari contoh diatas H+ bertindak sebagai asamlewis sedangkan NH3 bertindak sebagai basa lewis.
Dimana NH3 adalah suatu basa karena memberi pasangan elektron, sedangkan ion H+ adalah suatu asam karena menerima pasangan elektron. Semua asam-basa Arrhenius maupun asam-basa Bronsted-Lowry memenuhi pengertian asam-basa Lewis.

B.        IDENTIFIKASI LARUTAN ASAM-BASA MENGGUNAKAN KERTAS LAKMUS
Kertas lakmus akan mengalami perubahan warna jika dimasukkan (dicelupkan) pada larutan yang memiliki pH antara 5.0 - 9.0, yang mana pada pH di bawah 7.0 (larutan asam) kertas lakmus akan berwarna merah sedangkan pada pH diatas 7.0 (larutan basa) kertas lakmus akan berwarna biru.
Larutan asam dapat memerahkan kertas lakmus artinya jika kertas lakmus biru dicelupkan pada larutan yang bersifat asam maka warna kertas lakmus tersebut akan berubah menjadi merah, sedangkan jika kertas lakmus merah yang dicelupkan warna kertas lakmus akan tetap merah.
Perhatikan gambar dibawah ini !


 




Larutan basa dapat membirukan kertas lakmus, artinya jika kertas lakmus merah dicelupkan pada larutan yang bersifat basa, maka warna kertas lakmus tersebut akan berubah menjadi biru. Sedangkan jika kertas lakmus biru yang dicelupkan, warna kertas lakmus akan tetap biru.


  
Perhatikan gambar dibawah ini !








1 komentar:

  1. bisakah anda berikan contoh larutan asam basa yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari?

    BalasHapus